Categories
Opinion

Mengenal Manufaktur Sistem Cleanroom MOT di Indonesia

Cleanroom MOT (Manufacturing of Cleanroom Technology) merupakan sebuah proses pengelolaan dan pembuatan ruangan bersih yang dirancang khusus untuk mengendalikan mikroorganisme, partikel debu serta kontaminan lain supaya tetap berada di tingkat yang sangat rendah. Proses ini dilakukan agar lingkungan tertentu tetap terjaga kebersihan dan keamanannya.

Ada banyak sekali proses yang dilakukan dalam melakukan proses manufaktur tersebut. Untuk yang belum mengetahui secara pasti informasi mengenai proses-proses tersebut sebaiknya lihat ulasan singkat di bawah ini.

Proses Manufaktur Cleanroom MOT di Indonesia

Proses manufaktur cleanroom bukan hanya membangun ruangan bersih saja tetapi juga harus memastikan setiap sistem dan komponen bisa berjalan sesuai dengan standar internasional. Untuk membuat hal tersebut terjadi maka perlu melakukan beberapa langkah seperti di bawah ini.

Menganalisis Kebutuhan

Proses manufaktur dimulai dengan menganalisis kebutuhan secara mendalam. Tim yang bertugas untuk melakukan manufaktur akan bekerja sama dengan konsumen untuk menganalisis jenis serta kelas kebersihan, seperti mencari tahu cleanroom yang akan dibuat harus sesuai standar ISO 14644 kelas 5 atau kelas lainnya.

Selanjutnya, tim akan mengumpulkan informasi tentang layout dan ukuran ruangan, mulai dari jumlah ruangan yang ada, dimensi ruangan, jalur sirkulasi udara sampai area kerja. Setelah semua kebutuhan sudah diketahui, selanjutnya tim akan membuat desain dan rencana awal, seperti membuat gambar layout, gambar teknik serta skema sistem yang mau digunakan.

Membuat Desain

Setelah proses analisis sudah dilakukan, tim engineering akan mulai membuat rancangan sistem cleanroom. Desain yang dibuat adalah desain sistem udara, mulai dari menentukan tempat penempatan ULPA (Ultra-Low Penacity Air) dan HEPA (High-Efficiency Particulate Air) filter untuk menangkap partikel-partikel mikroskopis.

Setelah desain dibuat, tim akan mengatur tekanan udara untuk mencegah masuknya partikel debu atau kontaminan dari luar sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga. Selain itu, tim juga akan membuat sistem monitoring untuk memantau kelembaban, suhu, kualitas dan tekanan udara secara real time. Dalam membuat desain tersebut, tim selalu mengikuti standar regulasi lokal, internasional dan kebutuhan konsumen

Baca juga : Manfaat Sistem Pengendalian Udara di Pabrik

Mempersiapkan Material

Setelah desain sudah disetujui, tahap berikutnya yang dilakukan adalah mempersiapkan material serta komponen yang dibutuhkan. Ada beberapa material yang harus dipersiapkan terlebih dahulu seperti di bawah ini.

Filter HEPA/ULPA

Filter ini dipasang di sistem HV/AC yang berfungsi menangkap partikel-partikel kecil.

Material Bangunan

Material bangunan yang dipersiapkan adalah dinding, lantai vinyl, panel sandwich serta plafon yang mudah dibersihkan dan tahan terhadap bahan kimia.

Peralatan Pendukung

Peralatan pendukung yang dipersiapkan diantaranya adalah sistem pencahayaan LED, perangkat monitoring udara, lampu steril dan sistem kontrol suhu dan kelembaban.

Perangkat Keamanan

Perangkat keamanan yang dipersiapkan terdiri dari kontrol akses, sistem alarm dan sistem keamanan lainnya.

Fabrikasi dan Pembuatan

Setelah material sudah tersedia, selanjutnya melakukan proses fabrikasi. Biasanya proses ini dilakukan di tempat kerja milik vendor. Dalam melakukan proses fabrikasi, tim akan membuat rangka dan panel dari material rangka baja dan panel sandwich yang disusun sesuai desain yang dibuat. Selanjutnya, membuat sistem filtrasi dan ventilasi.

Setelah proses fabrikasi sudah selesai dilakukan, setiap komponen yang sudah dibuat akan diperiksa oleh tim profesional. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keawetan dan kekuatan komponen. Setelah komponen sudah dipastikan awet dan sesuai spesifikasi, komponen akan dikemas dan dikirim ke lokasi proyek.

Baca juga : Manfaat Penggunaan Cleanroom MOT untuk Industri di Indonesia

Pemasangan dan Pengujian

Proses pemasangan dilakukan langsung di lokasi proyek. Saat melakukan proses ini, tim akan membersihkan lokasi dan menyiapkan area kerja, mulai dari memasang fondasi serta struktur pendukung. Setelah lokasi kerja sudah siap, tim akan memasang struktur rangka dan panel sandwich sesuai desain.

Selanjutnya, tim memasang filter HEPA/ULPA, sistem ventilasi dan ducting yang akan diintegrasikan secara lengkap. Terakhir, tim memasang peralatan pendukung, seperti sensor lampu steril serta perangkat kontrol. Setelah semuanya sudah terpasang dengan benar, tim melakukan pengujian terhadap semua komponen yang ada untuk memastikan semuanya bisa bekerja dengan baik.

Manfaat Cleanroom MOT di Indonesia

Cleanroom MOT memiliki banyak sekali manfaat untuk pengembangan industri di negara Indonesia. Contoh manfaatnya adalah dapat mendukung industri kesehatan dan farmasi. Penggunaan manufaktur ini bisa membantu industri farmasi untuk memenuhi standar global dan dapat meningkatkan produksi obat yang aman dan steril.

Selain industri farmasi, penggunaan manufaktur ini juga memberikan manfaat pada industri elektronika yaitu meningkatkan daya saing elektronik. Dengan memanfaatkan manufaktur ini, produksi komponen elektronik bisa lebih presisi.

Produk elektronik yang dihasilkan memenuhi standar internasional sehingga kualitas produk menjadi lebih baik. Kondisi ini dapat menarik investasi dari investor asing yang tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia. Kalau ingin merasakan manfaat seperti ini sebaiknya gunakan layanan vendor cleanroom yang sudah memiliki banyak pengalaman dan memiliki tenaga ahli profesional.

Rekomendasi

More From Author